simpus dimasa mendatang

12 06 2011

sampai saat ini perjalanan simpus sudah berhasil melalui beberapa rintangan. mulai dari jumlah komputer yang terbatas. petugas yang tidak familiar dengan komputer, keraguan tentang keabsahan medical record elektronik.  Hanya karena rahmat dan karunia Nya semata semua itu terlampaui. saat ini semua puskemas di kota kami telah menggunakan komputer untuk pelayanan kesehatan di dalam gedung. Untuk Puskesmas induk sudah paperless.   sedangkan puskesmas pembantu menggunakan kertas. dan setelah selesai pelayanan di masukkan ke server di puskesmas induk.

ada beberapa metode memasukan data pustu /posyandu  ke komputer induk.

1. memasukan langsung di komputer puskesmas induk. seperti yang saat ini telah dilakukan.

2.  memasukan data di komputer / laptop . kemudian data dicopy dalam bentuk excel dibawa ke puskesmas induk. dan diolah dengan data puskesmas induk dengan file excel.

3.  memasukan data di komputer / laptop . kemudian data dicopy  dan dimasukan ke server database  puskesmas induk.

4. memasukan data di komputer/ laptop pustu, yang langsung dihubungkan dengan komputer di puskesmas induk, melalui gelombang radio/ internet..

cara 1 dan 2 telah dilakukan di beberapa puskesmas. sedang cara 3 dan 4 belum di implementasikan.cara 1 cocok untuk kondisi pasien pustu yang tidak terlalu banyak.  biaya paling murah. dengan kelemahan, petugas pustu  dua kali kerja. pertama saat bekerja di pustu, menuliskan data di kertas rawat jalan, kemudian setelah selesai semua, tahap ke dua adalah memasukan per pasien lagi ke komputer di induk.  cara kedua   cocok untuk pustu yang pasienya banyak. di pustu dibuat jaringan komputer yang meliputi loket, ruang pengobatan, ruang obat.  masing- masing memasukan data. kemudian laporanya di copy ke excel, da dibawa ke puskesmas induk. cara ini yang dua kali kerja adalah justru petugas di induk. karena harus menyatukan data antar pustu dan puskesmas induk. kelemahan cara 1 dan dua adalah masalah portabilitas. jika untuk pelayanan dalam gedung, tidak akan jadi masalah. tetapi puskesmas kagiatanya dalam gedung dan luar gedung.  untuk yang luar gedung masih kesulitan. walaupun bisa dikerjakan juga sebenarnya.

cara 3 dan 4 adalah solusi untuk lebih portabel.

sebenarnya cara ini sudah memadai untuk membuat server di dinas menerima data mentah langsung. karena semua kegiatan rawat jalan dalam gedung sudah masuk. sehingga puskesmas tidak perlu membuat laporan penyakit. dan kunjungan. dari sisi dinas kesehatan : dengan hanya laporan data perorangan, maka data yang bisa diambil langsung adalah : data penyakit, data kunjungan, data kunjungan jamkesmas, jamkesmasda data pemakaian obat, data pengobatan rasional data kunjungan pekerja. data rujukan pasien. data pemeriksaan laboratorium. data kunjungan gigi ( hanya kegiatan dalam gedung). data penyakit menular. data penyakit tidak menular. dan lainya. sedang di sisi Puskesmas yang perlu ditambahkan adalah menyatukan data kegiatan dalam gedung dengan luar gedung. dengan menyatukan kegiatan dalam dan luar gedung, maka informasi akan saling melengkapi. untuk mencapai maksud itu, diperluakan persiapan dan penanganan yang serius.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: