KONSEP SISTEM INFORMASI PUSKESMAS

20 03 2010

Permintaan laporan makin rumit dan bervariasi. Misalnya laporan penyakit. Yang menampilkan penyakit perkelompok umur, dibagi lagi per kasus penyakit. Sedangkan laporan penyakit lansia meminta laporan penyakit per kelompok umur dibagi lagi per jenis kelamin. Laporan stp meminta penyakit tertentu perkelompok umur khusus kasus baru.
Di lain pihak tenaga administrasi makin di kurangi porsinya. Dengan pertimbangan efisiensi dan meningkatkan kinerja. Sehingga beban kerja makin tinggi. Untuk itu diperlukan system informasi yang mudah, namun mampu menangani kebutuhan itu. Serta berorientasi kedepan, terintegrasi antar bagian.
Mudah ini mencakup:
1. Mudah instalasi.
2. Mudah pemakaian
3. Mudah penanganan jaringan.
4. Mudah di back up.
5. Mudah di perbaiki.
6. Mudah di sinkronisasi antar bagian yang berbeda tempat.
7. Mudah diolah datanya.
8. Mudah dipelajari pengoperasianya.
9. Mudah digunakan dengan perangkat lain melalui wireless.
10. Mudah untuk persiapan migrasi ke aplikasi internet.
11. Mudah untuk pindah ke operating system lain.
Walaupun mudah itu relative pada masing – masing personal. Tergantung pengalaman, kebiasaan dan lain- lain. Sehingga pengertian mudah kami arahkan ke “tersedia” nya. Karena sistem informasi itu akan selalu berkembang ( dinamis ). Sehingga diperlukan kesiapan untuk selalu meningkatkan kemampuan software. Juga kemampuan sumber daya dan sumber dana.





surveilans di simpus.

13 02 2010

hari jum’at lalu (12/2) bu sulis ( tante amrik)  dari surveilans dinkes prov jatim melihat simpus kami.  sebagai seorang surveilans, tentu yag di obrolkan adalah masalah surveilans. semua di hubungkan dengan surveilans.

kemudian beliau minta di tunjukan seberapa jauh simpus ini mengeksplorasi  data. tentunya tidak jauh dari kata sakti surveilans. time place, person.  setelah di tunjukan  kesana kesini.beliau jadi  puas lah dan berkesan.  dengan berbagai saran.

Tapi  saat beliau minta data 10 besar penyakit, kami beri data dalam 1 menit. dan di cek ternyata hypertensi adalah penyakit dengan urutan ke 2.  kesimpulan beliau sementara, memang betul telah terjadi perubahanjenis  penyakit di masyarakat. kesimpulan selanjutnya masih di simpan. he.he..





Layanan melalui CD.

2 09 2009

bagi anda yang ingin mendapatkan software simpus terbaru edisi juli 2009. tetapi tidak bisa mendownload, atau ingin isi CD di kirim langsung, dapat memesan  ke bank mandiri no rekening:144-00-0791923-3 KCP PASURUAN JATIM. atas nama Andung Harjito.  mohon informasikan kiriman anda melalui email ke alamat : andung.harjito@gmail.com. dengan mencantumkan tanggal kirim, alamat lengkap, nama Puskesmas, no telpon. segera akan kami kirim ke alamat anda. melalui jasa PT POS Indonesia. isi CD kami adalah :

1. software simpus versi terakhir.

2. tutorial installasi.

3. tutorial pemakaian.

4. software pendukung.

Jika cd tidak bisa di buka, silahkan konfirmasi.





askep di simpus

18 08 2009

Askep di sofware rawat jalan.

askep1

Selama ini askep di puskesmas tidak pernah di lirik oleh siapapun. Mungkin ada yang bertanya apa ada askep individu di puskesmas? Biasanya kalau praktik keperawatan di puskesmas pasti bikin askep keluarga, community. Askep ini kelihatanya sekarang sudah di miliki oleh profesi kesehatan masyarakat.( wahyu wajib ngomong bagian ini).

kalau individu, hanya yang resiko tinggi, terus kegiatanya kunjungan rumah. Kegiatan di klinik tidak pernah ada askepnya. Memang standart askep tidak mungkin di kerjakan cepat untuk pelayanan di rawat jalan. Padahal untuk akreditasi, perawat puskesmas juga membuat askep. Apa jadinya kalau begini.

askep2

Hari ini kami menguji coba penggunaan askep di software rawat jalan puskesmas. Ada yang menanyakan apa tujuan penambahan modul ini di software rawat jalan. Yang jelas modul ini untuk mempermudah perawat untuk mengisi akreditasinya. (tujuannya sementara itu dulu). Kemudian sambil pelan- pelan diperbaiki askepnya. Memang rawat jalan mempunyai pendekatan yang berbeda dalam pembuatan askep di banding dengan rawat inap. Karena karakternya yang bersifat singkat dalam kontak dengan klien. Karena singkat ini justru memberikan keunikan tersendiri. Yaitu harus tepat dan singkat. Misalnya dalam hal memberi penyuluhan. Karena jika mbulet, maka pasien akan kehilangan waktunya tanpa guna.

Untuk awalan, kami menggunakan nanda 2007-2008 sebagai label diagnose (tentunya di translate ke bahasa indonesia). Kemudian untuk mempercepat rencana, kami buat template yang bisa di pilih dan di edit sesuai kebutuhan. Sehingga perencanaan bisa lebih cepat. Tapi sebagian hanya bisa untuk pasien di bangsal. ya.. run and edit dulu.perbaikinya sambil jalan.

Hasilnya seperti ini.

askep3

Kesimpulan sementara.

  1. Cukup cepat untuk menyiasati keperluan akreditasi.

  2. Mengasah kemampuan /belajar membuat diagnose. ( lama tidak membuat, sudah lupa).

  3. Perlu meningkatkan kemampuan mendeklarasikan etiologi.

  4. Perlu memilah dan memilih tindakan yang cepat dan tepat menyelesaikan masalah.

  5. Perlu menyempurnakan modul askepnya. Terutama mengenai NIC dan NOC ( binatang baru ).

referensi:

  1. Nanda 2008

  2. http://banyumasperawat.wordpress.com/.

  3. http://evolvesupport.elsevier.com/

  4. http://nursinginformatic.wordpress.com/