PINDAH KAMAR

10 09 2011

niat kami mengkhususkan simpus di jalur web membuat kami harus berpindah kamar ke http://simpusweb.wordpress.com/.  mohon maaf jika membuat pengunjung sedikit kurang nyaman.





linux hari ini

19 08 2011

sejak sekitar bulan mei 2011 menginstall ubuntu 11.04 dan mencari-cari kesana kemari, akhirnya semakin cantik pinguin ini. aksesoris yang sudah saya tempel adalah :

1. gimp, paket veteran untuk menggambar.

2. install paket codec untuk mp3.

3. blender : untuk mencoba animasi 3 d

4. transmision dan deluge untuk download torrent.

5.  google earth

6.  quanta plus untuk develop web base.

7. php, mysql, apache. untk web server.

8. mysql workbench. untuk mengelola mysql server.

9. opera dan chromium untuk browser.

10 openshot, pitivi  untuk mengedit movie.

11. inkscape untuk mengolah file cdr (coreldraw).

12 dia, untuk menggantikan visio.

13. ella, mencoba membuat file flash.

14. istanbul, untuk screen recording.

15. minbar, jadwal watu sholat.

16. screenlet. menampilkan semacam widget di desktop.

17. shotwell, mengubah desktop background automatis.

18. speed dream, trigger mencoba game balap dilinux.

19. xbmc, untuk multi media center

20. zekr. alquran

21. mysql admin, mysql navigator mysql query browser, mysql admin alternatif.

22.  multisync.

23. komander editor.

24. kompare. mengkompare file.

25. gl17. game perang udara.

26. bitdefender, avast sebagai free anti virus.

27. unrar. mendekompresi file rar. ketik -> sudo apt-get install rar

28. dvdrip.

29. electric. art computer-aided design system for VLSI circuit design.

30. NetEmul  visualisation operations of computer networks.

31. agtl. percobaan untuk gps tool.

32. car metal: dynamic geometry software.

33. geda. gpl electronik design automation. Qucs (speak: kju:ks) is a circuit simulator with graphical user interface.

34. dejadup, back up tool.

35. Platinum Arts Sandbox Free 3D Game Maker.





Setting Modem 3 (THreee)

23 06 2011

Langkah-langkahnya sebagai berikut :

1.Masuk ke menu Control Panel.
2.Pilih Phone and Modem Options
3.Pilih Modem
4.Tekan Add
5.Beri tanda centang pada Don’t detect my modem: I will select it from a list
6.Tekan Next
7.Pilih Standard 33600 bps Modem
8.Tekan Next
9.Pilih port dari kabel data yang digunakan biasanya COM1 untuk kabel data namun jika tidak tersedia pilih COM lain
10.Tekan Next
11.Instalasi modem sudah selesai
12.Tekan Finish
13.Kembali ke tampilan Phone and Modem Options
14.Pilih Modem yang sudah terinstall tadi yaitu Standard 33600 bps Modem
15.Tekan Properties
16.Pilih Diagnostics
17.Tekan Query Modem (pastikan bahwa proses query telah sukses)
18.Setelah itu pilih Advanced
19.Masukan Extra Settings : AT+CGDCONT=1,”IP”,”3gprs”
20.Tekan OK
21.Kembali ke tampilan Phone and Modem Options
22.Tekan OK lalu keluar dari menu Control Panel
23.Langkah selanjutnya : Pilih Start => Programs => Accessories => Comunication => Network Connection
24.Pilih Creat a new connection
25.Akan muncul tampilan New Connection Wizard
26.Tekan Next
27.Pilih Connect to the Internet
28.Tekan Next
29.Pilih Set up my connection manually
30.Tekan Next
31.Pilih Connect using a dial-up modem
32.Isi ISP Name : (terserah,mau disi apa,cz ne cuma nama profile)
33.Tekan Next
34.Isi Phone number : *99#
35.Tekan Next
36.Pilih Create this connection for : Anyone’s use
37.Tekan Next
38.User name : 3gprs dan password : 3gprs
39.Tekan Next
40.Beri tanda centang pada Add a shortcut to this connection to my deskstop
41.Tekan Finish

Parameter GPRS: APN: 3gprs
Username: 3gprs
Password: 3gprs
Proxy: 10.4.0.10
Port: 3128
http://jsutrisno.wordpress.com/2009/07/30/setting-modem-3-threee/#comment-76





simpus dimasa mendatang

12 06 2011

sampai saat ini perjalanan simpus sudah berhasil melalui beberapa rintangan. mulai dari jumlah komputer yang terbatas. petugas yang tidak familiar dengan komputer, keraguan tentang keabsahan medical record elektronik.  Hanya karena rahmat dan karunia Nya semata semua itu terlampaui. saat ini semua puskemas di kota kami telah menggunakan komputer untuk pelayanan kesehatan di dalam gedung. Untuk Puskesmas induk sudah paperless.   sedangkan puskesmas pembantu menggunakan kertas. dan setelah selesai pelayanan di masukkan ke server di puskesmas induk.

ada beberapa metode memasukan data pustu /posyandu  ke komputer induk.

1. memasukan langsung di komputer puskesmas induk. seperti yang saat ini telah dilakukan.

2.  memasukan data di komputer / laptop . kemudian data dicopy dalam bentuk excel dibawa ke puskesmas induk. dan diolah dengan data puskesmas induk dengan file excel.

3.  memasukan data di komputer / laptop . kemudian data dicopy  dan dimasukan ke server database  puskesmas induk.

4. memasukan data di komputer/ laptop pustu, yang langsung dihubungkan dengan komputer di puskesmas induk, melalui gelombang radio/ internet..

cara 1 dan 2 telah dilakukan di beberapa puskesmas. sedang cara 3 dan 4 belum di implementasikan.cara 1 cocok untuk kondisi pasien pustu yang tidak terlalu banyak.  biaya paling murah. dengan kelemahan, petugas pustu  dua kali kerja. pertama saat bekerja di pustu, menuliskan data di kertas rawat jalan, kemudian setelah selesai semua, tahap ke dua adalah memasukan per pasien lagi ke komputer di induk.  cara kedua   cocok untuk pustu yang pasienya banyak. di pustu dibuat jaringan komputer yang meliputi loket, ruang pengobatan, ruang obat.  masing- masing memasukan data. kemudian laporanya di copy ke excel, da dibawa ke puskesmas induk. cara ini yang dua kali kerja adalah justru petugas di induk. karena harus menyatukan data antar pustu dan puskesmas induk. kelemahan cara 1 dan dua adalah masalah portabilitas. jika untuk pelayanan dalam gedung, tidak akan jadi masalah. tetapi puskesmas kagiatanya dalam gedung dan luar gedung.  untuk yang luar gedung masih kesulitan. walaupun bisa dikerjakan juga sebenarnya.

cara 3 dan 4 adalah solusi untuk lebih portabel.

sebenarnya cara ini sudah memadai untuk membuat server di dinas menerima data mentah langsung. karena semua kegiatan rawat jalan dalam gedung sudah masuk. sehingga puskesmas tidak perlu membuat laporan penyakit. dan kunjungan. dari sisi dinas kesehatan : dengan hanya laporan data perorangan, maka data yang bisa diambil langsung adalah : data penyakit, data kunjungan, data kunjungan jamkesmas, jamkesmasda data pemakaian obat, data pengobatan rasional data kunjungan pekerja. data rujukan pasien. data pemeriksaan laboratorium. data kunjungan gigi ( hanya kegiatan dalam gedung). data penyakit menular. data penyakit tidak menular. dan lainya. sedang di sisi Puskesmas yang perlu ditambahkan adalah menyatukan data kegiatan dalam gedung dengan luar gedung. dengan menyatukan kegiatan dalam dan luar gedung, maka informasi akan saling melengkapi. untuk mencapai maksud itu, diperluakan persiapan dan penanganan yang serius.





simpus versi 2.0

30 01 2011

setelah 6 tahun mengukir simpus, di tahun 2011 ini kami telah sampai ke versi 2. versi yang sudah full multi. ada 5 multi yang telah berhasil kami raih.

1. Multi user, maksudnya usernya bisa lebih dari satu, pada satu komputer. jadi satu komputer bisa digunakan pada beberapa orang dan menggunakan  user name masing- masing. implementasi ini memang yang tepat kami gunakan pada ruangan yang komputernya sedikit dan mengerjakan perkerjaan bersamaan. misalnya ruang obat. tidak perlu 1 orang satu komputer, jikalau petugasnya lebih dari satu. mereka dapat berbagi komputer, karena masing- masing cuma perlu melihat resep. tetapi masing-masing tetap tercatat siapa yang mengerjakan resep tersebut. efisien bukan ?

2. Multi tempat : software ini telah dipakai banyak puskesmas dan banyak yang menggunakan untuk  puskesmas induk dan beberapa puskesmas pembantu, polindes, ponkesdes. masing masing saling berbagi informasi tetapi punya stok sendiri-sendiri tanpa mempengaruhi yang lain.

3. Multi komputer: simpus memang didesain untuk banyak komputer. walaupun bisa di gunaka hanya dengan satu komputer. komputer yang banyak tersebut akan mengumpulkan datanya ke satu database. sehingga akan mudah dalam hal penyimpanan dan pemeliharaan.

4. Multi ruangan.simpus telah lama dipakai mulai dari ruang loket, poliklinik, laboratorium, ruang obat.

5. Multi shift. mulai versi 2.0 ini simpus telah dilengkapi dengan multi shift. mulai shift pagi, shift siang dan shift malam.

setelah mulai dari versi 1.0 sampai 1.9, keberhasilan ini terasa sangat berarti untuk di syukuri. Karena hanya karunia Alloh SWT semata, kami bisa mencapai kondisi ini. Dukungan dan koreksi dari semua pihak user telah membantu untuk menyempurnakan software ini. sehingga kami berani mengatakan software kami bukan software “ecek-ecek”, alias bukan software mentah.

syarat untuk menggunakan software kami pun mudah.

1. Pastikan seluruh komputer terhubung dengan jaringan. jaringan berbasis kabel maupun wireless.

2. User sudah terbiasa menggunakan facebook. atau minimal mau belajar menggunakan komputer. tidak perlu lulusan kursus komputer.

3. download software versi 2.0, versi ini kami berikan gratis. silahkan download. user : manager. pass: manager

http://simpusweb.wordpress.com

Tehnologi  yang kami benamkan pun sudah  mutakhir. Mulai dari php 5 sebagian sudah menggunakan class. walaupun sebagian kecil. karena software kami sudah di buat sejak versi php 4. sehingga kebanyakan masih prosedural oriented.

ajax sudah lama kami gunakan. terakhir jquery kami tambahkan. untuk modul modul yang baru. memang tidak full jquery sebagaimana idealnya. ini karena banyaknya modul yang variatif. sehingga  kami lebih baik melengkapi modul simpus sesuai perkembangan kebutuhan pelaporan. daripada memperbaiki efect yang mempesona dari jquery. tapi memang efek jquery telah mempermanis sebagian tampilan kami.

Contoh tampilan

Kode penyakit yang di pakai juga sudah mendukung icd versi 9 dan icd versi 10. mungkin ada yang belum tahu tentang ICD 9. Jika kode penyakit di Puskesmas kurang lebih seperti ini:

1002 katarak

1003 kelainan_refraksi

1004 kelainan_kornea

1005 peny_mata_lainnya

1101 infeksi_telinga_tengah

1102 infeksi_mastoid

12 hipertensi

1302 infeksi_akut_lain_sal_nafas_atas

1303 peny_lain_sal_nafas_atas

1401 pneumonia

1402 bronchitis

1403 asma

maka di pastikan di wilayah anda juga menggunakan ICD 9.

untuk ICD 10 contoh kodenya seperti ini :

A00 Infeksi dan parasit Kholera

A01 Infeksi dan parasit Thyfus dan Parathyfus

A030 Infeksi dan parasit Disentri basiler (shigellosis)

A059 Infeksi dan parasit Keracunan makanan oleh bakteri

A060 Infeksi dan parasit Disentri Amuba Akut

A061 Infeksi dan parasit Disentri amuba kronis

A071 Infeksi dan parasit Giardiasis [lambliasis]

variasi tersebut tidak masalah di simpus ini.

2. MTBS

ini adalah form mtbs yang telah kami gunakan sejak 3 tahun lalu.

form ini membantu mengklasifikasi mtbs.

dan hasilnya seperti di bawa ini:

klasifikasi yang otomatis akan mempercepat pelayanan di poliklinik.

untuk membuktikan silahkan pesan. atau anda akan menjadi tertinggal dari rekan anda.

tambahan lainnya adalah  pemantauan obat rasional. Modul ini untuk memenuhi permintaan laporan obat rasional.





HEALTH COMMUNITY INFORMATION SYSTEM (HCIS) CONCEPT

7 01 2011

Demand for increasingly complex and varied reports. For example, reports of disease. Featuring diseases of age per group, subdivided per case of disease. While reports of disease elderly ask for a report of disease per age group divided again by gender. suveilans report  requesting a particular disease specific age of new cases per group.
On the other hand more and more administrative staff in reducing the portions. With considerations of efficiency and improve performance. Thus, the higher workload. It required a simple information system, but able to handle these needs. And future-oriented, integrated inter-section.
Easy includes:
1. Easy installation.
2. Easy to use
3. Easy handling of the network.
4. Easy back up.
5. Easy fix.
6. Easy on the synchronization between different parts of the place.
7. Easily processed data.
8. Easy to learn pengoperasianya.
9. Easy to use with other devices via wireless.
10. Easy to prepare for migration to Internet applications.
11. Easy to move to another operating system.
Although it is relatively easy on each – were personal. Depending on experience, habits and others. So easy understanding we point to “available” her. Because the information system that will always evolving (dynamic). So be prepared to always improve the ability of the software. Also the ability of resources and sources of funding.

In addition to simple terms, it needs software that can adapt to fit changing needs. Along with the changing times, there will be changes in regulations. Both the rate, type of diagnosis and others. If changes are not able to be handled properly, then only a matter of days for the leave.
For that we need in the form of a network of communication between software developers with the clinic as a user. For the purpose if any – time a change is not capable of adaptation by software, will immediately contact the developer, and to be in the revision.
Revised software can be done in various ways.
1. developers come to health centers, to revise on the spot.
2. the health center can not collect the changes in adaptation by software. Then sent to the developer via email. Developer revising the software. The developer then went to health centers for copying and revision (or via email).
3. to change the software in a broad administrative area:
- Formed the group responsible HCIS. whose members represent each – each clinic.
- The group is to inventory changes. And mutually agreed. (Can be done pertelpon, or assembly).
- The changes agreed were sent to the developer. Developers revise.
- Revisions on the send via email.
- Revised in the test. By the group. If not appropriate, could be revised again.
- If you have as needed, immediately copied into HCIS respectively.
For the revised cost depending on the size of the requested changes. If just a few changes, could at no cost.
In its implementation, HCIS also have various constraints. If the output only to meet the current reporting system, will make the system be revised too frequently. Although maybe this time all requests reports can be filled . But with time, rapidly changing reporting requirements. For that raw data need to be in the show. To be prepared for a wide range of reporting needs.
Stages HCIS integration.
When adopting HCIS, sometimes can not go straight all the computerization. Need to see the start of the operator until the availability of computers.
If not possible all the parts, select a pasienya lot. In order to have a maximum power efficiency.
Starting from inside the building first. Just outside the building. To be continued ….





Who can find the number of people who went to clinic?

7 01 2011

Previously we said that this paper we make a report on the problems that occur in our area. Not any other purpose. The problem we found is the existence of demand for data on the number of people using the health center facilities. From the query we tried to get its data. We tried to imagine a counter health clinic. That the data is the number of visits each day how much. So if the cumulative number of visits for a year, then the data is not the correct data. Because one person can visit the clinic repeatedly. We try to use the highest card number at the end of the year. In our area, each year the card number in repeat starting from number one. So that’s the highest number of pasienya. But after check, it turns out the card number per patient in health centers is not a number. But one family of one number. So it can be valid if  request is the number of families who accessed what. But request not the number of families. Because the family could not show the actual number of people. Then how do I find data on the number of people who visited (not the number of visits) during this? This problem can be handled well, if we use the computer. That process, about this. Show the number of patients who visited that year. Then remove the double nomernya. The number of these patients in addition to answer the accessibility of a health center, also to calculate the access of the insurance program. For example, the number of patients visiting the clinic Jamkesmas (community health insurance). So to know the percentage of people who access the number of participants who have Jamkesmas card. Similarly, for jamkesmasda in east Java province. Occupational health also asked the number of workers served by health centers. If manually. Perhaps the way to do is create a book to help all workers who visit. But there will be a register again. Number again. What if nomernya missing?. Looking again. Longer. How to other programs.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.